Usaha untuk menunjang kehidupan dimasa covid

Catat! Ini Aturan Pemberian Vaksin Covid

Saat ini 7 juta vaksin sudah siap untuk didistribusikan dan akan segera sampai di 34 provinsi. Vaksinasi ini akan fokus di provinsi yang ada di Jawa Bali sehingga vaksinasi ini akan didistribusikan sesuai dengan proporsi di mana Jawa-Bali mendapatkan sekitar 70 persen dari proporsi vaksin. Dalam keterangan persnya, Menkes juga memaparkan tentang cakupan vaksinasi nasional yang hampir mencapai 10 juta, dengan laju penyuntikan harian mendekati 50 ribu. Diharapkan laju vaksinasi berjalan seimbang dengan ketersediaan pasokan dosis vaksin di Tanah Air. Oleh karena itu, tolong dibantu semua orang tuanya, kakeknya, neneknya, mertua, tante, semua yang 60 tahun ke atas, tolong segera diajak untuk divaksinasi,” pintanya. Anda juga bisa mengunduh file mekanisme pendaftaran vaksinasi Covid-19 untuk lansia di bawah ini.

Vaksinasi Covid-19 diberikan sebanyak dua dosis dan penyuntikannya dilakukan sebanyak dua kali dalam rentang 14 hari. Namun demikian, Kemenkes menyiapkan mini intensive unit care atau ICU slot online terbaik bagi lansia yang mengalami tekanan darah tinggi untuk beristirahat 30 menit. Jika memiliki kondisi-kondisi di atas, maka vaksin baru bisa dilakukan hingga kondisi pasien terkontrol baik.

Pemuka agama menjalani vaksinasi Covid-19 Sinovac di kawasan Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Kamis (25/2/2021). Kegiatan yang terselenggara atas kerja sama Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan ini menargetkan vaksinasi 10 ribu tokoh agama. Jika berdasarkan pengukuran suhu tubuh calon penerima vaksin sedang demam 37,5 derajat celcius ke atas, penundaan dilakukan sampai pasien sembuh dan terbukti bukan menderita Covid-19. Mengenai batasan maksimal usia lansia yang bisa divaksin, Nadia menyatakan, tidak ada batas maksimal.

Bagi lansia yang sudah menerima vaksin harus kembali ke RSUD Kembangan 18 hari setelahnya untuk mendapatkan vaksinasi yang kedua. Dalam proses menerima suntikan yang kedua ini, penerima vaksin cukup membawa surat keterangan berisikan tanda sudah menerima vaksin dan jadwal kedatangan mereka yang kedua. “Sekaligus diperiksa kondisi kesehatannya untuk memastikan agar yang bersangkutan siap diberikan vaksin. Dengan pola ini, masyarakat lansia tidak perlu mendatangi fasyankes , cukup menunggu didatangi petugas,” katanya. Dokter yang juga menjabat Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Klaten ini mengatakan bukan hanya pendataan, pelayanan vaksinasinya pun akan dilakukan secara jemput bola. Ia menjelaskan petugas puskesmas akan mendatangi lansia yang sudah terdata untuk memberikan vaksin.

Riza menduga, antusiasme terhadap vaksinasi Covid-19 tersebut akibat kekhawatiran masyarakat terhadap keluarganya yang lansia. Meski lokasi vaksinasi pertama beda, Satgas COVID-19 minta faskes tak menolak lansia yang terima dosis kedua. Kementerian Kesehatan menyiapkan surat edaran yang akan membuat lansia bisa divaksinasi di fasilitas kesehatan dekat tempat tinggal. Sebab lansia memerlukan jarak 28 hari untuk vaksinasi COVID-19 kedua, berbeda dari kategori penerima vaksin berusia tahun yang perlu jarak 14 hari.

Rencana akan tiba forty ribu vaksin untuk Batam yang akan kita fokuskan bagi lansia dan para guru,” ujarnya. Pasalnya, sampai saat ini pemkot menunggu pengiriman vaksin dari Pemprov Jatim. Pemkot pun bergerak cepat dengan menghentikan sementara imunisasi bagi lansia. “dua per tiganya untuk lansia, sementara sepertiganya untuk ASN yang berkerja di layanan publik,” paparnya. “Pada saatnya semua akan divaksin. Namun karena saat ini vaksinnya masih terbatas, maka perlu pengaturan dengan memberlakukan skala prioritas sesuai ketentuan dari pemerintah pusat,” ucapnya. Sebab pemenuhan kebutuhan akan vaksin bisa terus diperbarui dan dimintakan kekurangannya ke pemerintah pusat.

Vaksinasi untuk lansia akan dimulai di ibu kota provinsi untuk seluruh provinsi di Indonesia, dengan prioritas awal di Jawa dan Bali. Selanjutnya pilihan kedua adalah mekanisme melalui vaksinasi massal yang dapat diselenggarakan oleh organisasi atau institusi yang bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan atau Dinas Kesehatan. Adapun contoh organisasi dan institusi yang dapat menyelenggarakan vaksinasi misalnya seperti organisasi untuk para pensiunan ASN, Pepabri atau Veteran Republik Indonesia. Ia turut menyinggung pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut bahwa vaksinasi di Indonesia bisa rampung kurang dari setahun. Padahal saat ini Indonesia masih bergantung dari produsen dari luar negeri terkait ketersediaan vaksin. Windu memprediksi vaksinasi di Indonesia bisa rampung paling cepat dalam waktu 1,5 – three tahun.